FavoriteLoadingBookmark

 

Note: You are not Registered for this course. This course if free for anyone to take.

Please Register Now to be eligible to receive a certificate upon completion. 

(Indonesian translation below)
We‘re now going to turn to a topic that follows naturally from our discussion of marketing and that ties in closely with the issue of meaning. Social responsibility means taking the greater good into the picture when starting a business or developing a new product or service to launch on the market. Instead of focusing only on what is good for you or good for the business, you focus also on what would benefit the environment, your employees and society as a whole.
An obvious example is developing products that require minimal packaging to reduce waste and environmental impact. If minimizing packaging also reduces your costs, there is a „win-win“ for you and the environment. But it‘s a bit more complicated than that. Customers are increasingly demanding that the companies they buy from be socially responsible. So even if minimizing packaging actually raises your costs, the positive reaction by customers to someone who is concerned about the environmental impact of packaging, might lead to more sales.
Thus, I propose that in addition to the idea, the meaning, the customer, and the plan, you should also take social responsibility into account.
Your idea might actually have social responsibility at it‘s core, but even if it doesn‘t the meaning you offer could be in part based on social responsibility.
Your customers might be more willing to do business with you if they perceive you as socially responsible. This might involve acting responsibly towards customers, for example, by avoiding known allergens in your production.
Social responsibility could play a role in your plan. That‘s obvious if your value proposition includes an element of social responsibility. But even if it doesn‘t, social responsibility could guide your choice of channels and suppliers, and communicating about your social responsibility might form part of your relationship with customers.
 
Indonesian:
Unit 9: Tanggung-jawab Sosial
Kita sekarang akan beralih ke topik yang otomatis dibahas setelah diskusi pemasaran dan yang terkait erat dengan masalah makna. Tanggung jawab sosial berarti mempertimbangkan hal yang lebih baik ketika memulai bisnis atau mengembangkan produk atau layanan baru untuk diluncurkan di pasar. Daripada hanya berfokus pada apa yang baik untuk Anda atau baik untuk bisnis, Anda juga fokus pada apa yang akan bermanfaat bagi lingkungan, karyawan Anda dan masyarakat secara keseluruhan.
Contoh nyata adalah mengembangkan produk yang memerlukan kemasan minimal untuk mengurangi limbah dan dampak lingkungan. Jika meminimalkan kemasan juga mengurangi biaya Anda, ada “win-win” solusi untuk Anda dan lingkungan. Tapi ini rumit. Pelanggan akan semakin menuntut tanggung jawab sosial dari perusahaan. Jadi walaupun meminimalkan kemasan akan menambah beban biaya Anda, reaksi positif pelanggan yang peduli tentang dampak lingkungan akan meningkatkan penjualan.
Jadi, saya mengusulkan bahwa selain ide, arti, pelanggan, dan rencana, Anda juga harus mempertimbangkan tanggung jawab sosial.
Ide Anda mungkin sudah mengandung tanggung jawab sosial pada intinya, tetapi jika tidak, arti yang Anda tawarkan dapat didasarkan pada tanggung jawab sosial.
Pelanggan Anda mungkin lebih mau berbisnis dengan Anda jika mereka menganggap Anda sebagai orang yang bertanggung jawab secara sosial. Ini mungkin mengharuskan Anda bertindak secara bertanggung jawab terhadap pelanggan, misalnya, dengan menghindari alergen yang dikenal dalam produksi Anda.
Tanggung jawab sosial bisa memainkan peran dalam rencana Anda. Itu sudah jelas jika proposisi nilai Anda mencakup unsur tanggung jawab sosial. Tetapi bahkan jika tidak, tanggung jawab sosial dapat memandu saluran pilihan Anda dan pemasok, dan mengkomunikasikan tanggung jawab sosial Anda mungkin membentuk bagian dari hubungan Anda dengan pelanggan.

Download Video Text