FavoriteLoadingBookmark

 

Note: You are not Registered for this course. This course if free for anyone to take.

Please Register Now to be eligible to receive a certificate upon completion. 

(Indonesian translation below)
We now have an idea, we know what meaning we hope to deliver and we have a pretty good idea of who our customer is. So just three things. Life is still simple.
So now that we have an idea of how to solve the customer‘s problem and have hopefully conducted some prototypes and testing, it‘s time for the rubber to meet the road: We need to actually develop the product or service. Let‘s assume you don‘t have all the money and time in the world but that you need to keep costs at a minimum and get your product or service to market as soon as possible.
One potential means to get there is to adopt an effectuation perspective. Effectuation basically means using what you have to develop a solution. This is in contrast to causation, in which you start out with a goal and then decide what you need to get there. In effectuation, what you have available will at least partly define the goal. Effectuation requires creativity and the ability to see possibilities. Remember when I asked how you would create a mode of transportation with some unlikely things.
Another potential way to develop your product or service is to use open innovation. That means involving people or companies outside of your company in your development. Co-creating with customers is a commonly used method that involves asking customers to help you develop a product or service that you then hope these customers will buy.
Open innovation is a very interesting idea. Part of this discussion is about co-creation with customers. This means involving customers in the development of new products or services in active roles. This is a very popular idea and it seems like everyone is for it. But is it always beneficial?
Co-creation is seen as being in line with customer orientation and with the growing trend of customer empowerment, brought about, for example, by social network sites, in which customers may actually want to be involved in developing new products. At the same time, there are arguments against involving customers in new product development. They are believed to lack the specialist knowledge and competence needed. They may not be able to evaluate new concepts when they lack a familiar reference, and they may not be willing or able to think outside their current needs.
So, on one hand firms would like to know what customers want so that they can fulfill these wants, but on the other hand there is the dilemma that customers may not really know what they want.
Research has examined the effectiveness of co-creation depending on new product radicalness and whether new products are radically new in terms of utlitiarian functionality or in terms of hedonic qualities.
An example of an incremental utilitarian innovation is a longer life battery for mobile phones.
A light-emitting diode, based on advanced technological research is an example of a radical utilitarian innovation.
Offering mobile phones in different colors is an example of incremental hedonic innovation.
But designing household implements to look like people or animals is a good example of a radical hedonic innovation.
The research found that, by itself, involving customers in new product development does not contribute to market success. This seems to contradict much of the hype around co-creation. The research indicated that co-creation contributes positively to market success when utilitarian radicalness is high – meaning that there is radically new technology or functionality – but negatively when utilitarian radicalness is low. When hedonic radicalness is high – which means that the product will deliver a radically new meaning for customers – co-creation contributes negatively to market success, but when hedonic radicalness is low, the contribution is positive.
So, if you‘re developing a product or service intended to create a new meaning – and I hope you are – involving customers in the development probably won‘t be helpful. You could still involve customers in developing the functional aspects of the product or service. Just keep them away from the meaning aspects.
There are a lot of other methods to develop products or services, and each product or service is going to pose its own requirements and limitations about what makes sense. In fact, part of your brilliance as an entrepreneur is coming up with new ways to do things, so following a recipe might lead to less than amazing results.
Just remember to keep the idea, the customer and the meaning firmly in sight at all times. It can be easy to lose sight of the customer when you‘re working on an interesting idea. On the flip side there is also a risk that listening too closely to customers will water down your idea. Meaning is something customers usually won‘t understand until they hold it in their hands, but you need to keep it at the forefront of your thinking during development.
 
Indonesian:
Unit 6: Metode Inovasi
Kita punya ide, kita tahu apa arti/makna yang ingin disampaikan dan kita memiliki gambaran tentang siapa pelanggan kita. Baru tiga hal. Sampai di sini semuanya masih mudah.
Jadi setelah mendapat gambaran bagaimana memecahkan masalah pelanggan dan melakukan beberapa prototipe dan pengujian, saatnya untuk melemparnya ke jalan: Kita harus benar-benar mengembangkan produk atau layanannya. Katakanlah Anda tidak memiliki banyak uang dan waktu, tetapi Anda harus menjaga pengeluaran seminimum mungkin dan menyalurkan produk atau layanan Anda ke pasar sesegera mungkin.
Salah satu cara terbaik untuk sampai ke sana adalah mengadopsi perspektif efektuasi. Efektuasi pada dasarnya berarti menggunakan apa yang Anda miliki untuk mengembangkan solusi. Persperktif ini berbeda dengan sebab-akibat, yaitu Anda memulai dengan suatu tujuan kemudian memutuskan apa yang Anda perlukan untuk sampai ke sana. Sebagai akibatnya, apa yang Anda miliki setidaknya akan menentukan sebagian tujuan. Efektuasi membutuhkan kreativitas dan kemampuan untuk melihat peluang. Ingatlah ketika saya bertanya bagaimana Anda bisa menciptakan moda transportasi dengan beberapa hal yang tak lazim.
Cara lain untuk mengembangkan produk atau layanan Anda adalah menggunakan inovasi terbuka yang berarti melibatkan orang atau perusahaan di luar perusahaan Anda dalam perkembangan Anda. Berkreasi bersama dengan pelanggan adalah metode yang umum digunakan. Metode ini mengharuskan Anda meminta pelanggan untuk membantu Anda mengembangkan produk atau layanan yang kemudian Anda harap pelanggan ini akan beli.
Inovasi terbuka adalah ide yang sangat menarik. Bagian dari diskusi ini adalah tentang co-creation dengan pelanggan yang berarti melibatkan pelanggan untuk berperan aktif membantu dalam pengembangan produk atau layanan baru. Ide ini sangat populer dan sepertinya semua orang menyukainya. Tetapi apakah itu selalu bermanfaat?
Co-creation dinilai sejalan dengan orientasi pelanggan dan dengan tren peningkatan pemberdayaan pelanggan yang didapat, misalnya, dari situs jejaring sosial tempat pelanggan benar-benar ingin terlibat dalam pengembangan produk baru. Pada saat yang sama, ada argumen yang menentang melibatkan pelanggan dalam pengembangan produk baru. Mereka dinilai tidak memiliki pengetahuan dan kompetensi spesialis yang dibutuhkan. Mereka mungkin tidak dapat mengevaluasi konsep-konsep baru ketika mereka tidak memiliki referensi yang mumpuni, dan mereka mungkin tidak mau atau tidak mampu berpikir di luar kebutuhan mereka saat ini.
Jadi, di satu sisi perusahaan ingin tahu apa yang diinginkan pelanggan sehingga mereka dapat memenuhi keinginan ini, tetapi di sisi lain ada dilema bahwa pelanggan mungkin tidak benar-benar tahu apa yang mereka inginkan.
Penelitian telah menguji keefektifan ko-kreasi terkait dengan radikalitas produk baru dan apakah produk-produk baru benar-benar radikal secara fungsi utlitiarian atau kualitas hedonis.
Contoh inovasi utilitarian adalah baterai yang tahan lama untuk telepon seluler.
Dioda pemancar cahaya, berdasarkan penelitian teknologi canggih adalah contoh dari inovasi utilitarian yang radikal.
Menawarkan ponsel dalam berbagai warna adalah contoh inovasi hedonis.
Tetapi merancang peralatan rumah tangga agar terlihat seperti orang atau hewan adalah contoh yang baik dari inovasi hedonis radikal.
Penelitian menemukan bahwa jika berdiri sendiri, pelibatan pelanggan dalam pengembangan produk baru tidak berkontribusi pada keberhasilan pasar. Ini tampaknya bertentangan dengan meningkatnya ketertarikan seputar co-creation. Penelitian menunjukkan bahwa co-creation berkontribusi positif terhadap keberhasilan pasar ketika radikalitas utilitarian tinggi – yang berarti bahwa ada teknologi atau fungsi baru yang radikal – tetapi berkontribusi secara negatif ketika radikalitas utilitarian rendah. Ketika radikalitas hedonis tinggi – yang berarti bahwa produk tersebut akan memberikan makna yang sangat baru bagi pelanggan – co-creation berkontribusi negatif terhadap keberhasilan pasar, tetapi ketika radikalitas hedonis rendah, kontribusinya positif.
Jadi, jika Anda mengembangkan produk atau layanan yang dimaksudkan untuk menciptakan makna baru – dan saya harap Anda – melibatkan pelanggan dalam pengembangan mungkin tidak akan membantu. Anda masih bisa melibatkan pelanggan dalam mengembangkan aspek fungsional dari produk atau layanan. Jauhkan mereka dari aspek-aspek makna.
Ada banyak metode lain untuk mengembangkan produk atau layanan, dan setiap produk atau layanan akan menimbulkan persyaratan dan keterbatasan sendiri tentang apa yang masuk akal. Peran sebagai seorang wirausahawan yang cerdas adalah memikirkan cara-cara baru untuk mengerjakan sesuatu. Jadi mengikuti resep dapat menghasilkan hasil yang kurang luar biasa.
Ingatlah untuk menjaga ide, pelanggan, dan makna tetap terlihat di setiap saat. Sangat mudah untuk melupakan pelanggan ketika Anda sedang mengerjakan ide yang menarik. Di sisi lain ada risiko bahwa mendengarkan terlalu dekat dengan pelanggan akan mempermudah ide Anda. Makna adalah sesuatu yang biasanya pelanggan tidak akan mengerti sampai mereka memegangnya di tangan mereka, tetapi pemikiran Anda harus tetap berada di garis terdepan selama pengembangan.

Download Video Text