FavoriteLoadingBookmark

 

Note: You are not Registered for this course. This course if free for anyone to take.

Please Register Now to be eligible to receive a certificate upon completion. 

(Indonesian translation below)
Welcome to the Beehive presentation – Introduction to Financing New Ventures. In this session, we’ll outline and summarize the key components of an investor ready financial model for your business idea.
When a startup is looking for finance to develop and scale the business, the following documents are usually required. The first of these is the business plan which details everything about the founders, team, product, market, operations and finance. This document should ideally be a maximum of 20 pages long. If it’s any longer, no one will read it! The second document required, which is also part of the business plan, is the financial model and this is what we are going to focus on today in our presentation. The third document is the pitch deck or slide deck, which provides an overview of the business plan and is often used when pitching to investors and other stakeholders.
Ok, so what does a financial model look like? Well in the example on the right, we have the annualized figures over four years for our fictional business called Xyzee Co. Ltd. The model includes the profit and loss account, cashflow statement and the Statement of Financial Position, or sometimes called the Balance Sheet.
Let’s quickly examine each of these financial documents in more detail. The profit and loss account shows all sales and expenditure projected for a financial period, typically, a calendar year. The top section of the Profit and Loss account presents the sales figures. We normally show these by product/service so that investors can get a feel for the main revenue generators in the business, while also highlighting some of the secondary revenue streams as well. Direct costs are deducted from sales to give us the gross profit, or gross margin. The direct costs in our example consist of manufacturing and shipping costs associated with the manufacture of the product. Overheads are then deducted from the gross profit figure to give us the operating profit. As this is the actual profit derived from trading, it is a key indicator of the potential returns in the business and is also a figure, which will be reviewed by potential investors. When interest payments, depreciation and tax are deducted from the operating profit, you then end up with the Net Profit for the period.
The cash flow differs from the profit and loss account in that it shows the actual cash receipts and cash expenditure in a given period. It also shows other items not included in the profit and loss account such as the amount of investment received in the period, any expenditure on capital items such as hardware/software, fixtures and fittings etc. The cashflow statement is similar to the bank account of a business in that shows all cash movements in and out of the business. Maintaining positive cashflow balances at all times is essential for a startup business. More often than not, startups lose money in the first couple of years and these losses can only be sustained if the business has sufficient cash reserves to enable it to reach break-even point. Hence the need for adequate investment and careful cashflow management! Banks are generally not an option for a startup, startups are just too risky, so the funding has to be provided by equity investment, and this needs to be used wisely.
The final document is the Statement of Financial Position, sometimes called the Balance sheet. This is a snapshot of the company’s assets and liabilities at the end of a given period. Some of key things to review in this document are the bank balances at the end of period. These should be positive and ideally a startup should have sufficient funds to sustain the business over the next six months or longer. Any amounts due from customers, figures known as debtors should also be reviewed. Short term creditors should also be reviewed in the context of whether there is sufficient funds to pay all short term creditors? The bottom half of the Statement of Financial Position shows the longer term funding structure of the business and the retained earnings/losses. These are very relevant in the longer term but for a startup, the key issue is to have sufficient funds to pay the company’s outgoings over the next 12-18 months as the business scales.
 
Indonesian:
Unit 12 : Pembiayaan Usaha Baru
Selamat datang di presentasi BEEHIVE – Pengantar Pembiayaan Usaha Baru. Dalam sesi ini, kita akan menguraikan dan merangkum komponen-komponen kunci dari model keuangan siap investor untuk ide bisnis Anda.
Ketika startup mencari pendanaan dan memperbesar bisnis, dokumen-dokumen berikut biasanya diperlukan. Yang pertama adalah rencana bisnis yang merinci semua tentang pendiri, tim, produk, pasar, operasi dan keuangan. Dokumen ini idealnya harus maksimal 20 halaman. Jika lebih, tidak ada yang akan membacanya! Dokumen kedua yang diperlukan, yang juga merupakan bagian dari rencana bisnis, adalah model keuangan dan inilah yang akan kita fokuskan hari ini. Dokumen ketiga adalah pitch deck atau slide deck, yang memberikan gambaran umum tentang rencana bisnis dan sering digunakan ketika pitching ke investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Ok, jadi seperti apa model keuangan itu? Nah dalam contoh di sebelah kanan, kita memiliki angka-angka tahunan selama empat tahun untuk bisnis fiksional kita yang disebut Xyzee Co. Ltd. Model ini mencakup akun untung dan rugi (profit and loss acoounts), laporan arus kas (cashflow statements) dan Pernyataan Posisi Keuangan (Statement of Financial Position), atau kadang-kadang disebut Neraca .
Mari periksa masing-masing dokumen keuangan ini secara lebih terperinci. Akun untung dan rugi menunjukkan semua penjualan dan pengeluaran yang diproyeksikan untuk periode keuangan selama, biasanya, satu tahun kalender. Bagian atas dari akun Untung dan Rugi menyajikan angka penjualan. Kita biasanya menunjukkan ini dengan produk / layanan sehingga investor mendapatkan gambaran akan generator pendapatan utama sembari menyoroti beberapa aliran pendapatan sekunder juga. Biaya langsung dikurangkan dari penjualan untuk memberi kita laba kotor, atau margin kotor. Biaya langsung dalam contoh ini terdiri dari biaya manufaktur dan pengiriman yang terkait dengan pembuatan produk. Overhead kemudian dikurangkan dari angka laba kotor untuk memberi kita laba operasi. Karena ini adalah laba aktual yang diperoleh dari perdagangan, laba operasi merupakan indikator kunci dari potensi laba dan juga angka, yang akan ditinjau oleh calon investor. Ketika pembayaran bunga, depresiasi dan pajak dikurangi dari laba operasi, Anda kemudian berakhir dengan Laba Bersih untuk periode tersebut.
Arus kas berbeda dari laba dan rugi. Arus kas menunjukkan penerimaan kas aktual dan pengeluaran kas dalam suatu periode tertentu. Arus kas juga menunjukkan barang-barang lain yang tidak termasuk dalam laporan laba dan rugi seperti jumlah investasi yang diterima dalam periode tersebut, setiap pengeluaran untuk barang modal seperti perangkat keras / perangkat lunak, perlengkapan dan perabotan dll. Laporan arus kas mirip dengan rekening bank perusahaan yang menunjukkan semua pergerakan uang masuk dan keluar perusahaan. Mempertahankan saldo arus kas agar selalu positif setiap saat sangat penting untuk bisnis startup. Seringnya, startup kehilangan uang dalam beberapa tahun pertama dan kerugian ini hanya dapat berlalu jika bisnis memiliki cadangan kas yang cukup untuk memungkinkannya mencapai titik impas. Oleh karena itu perlu sekali investasi yang memadai dan pengelolaan arus kas yang cermat! Bank umumnya bukan pilihan untuk startup, startup terlalu berisiko, sehingga pendanaan harus disediakan oleh investasi ekuitas, dan ini perlu dikelola secara bijaksana.
Dokumen terakhir adalah Pernyataan Posisi Keuangan, atau Neraca. Ini adalah snapshot dari aset dan kewajiban perusahaan pada akhir periode tertentu. Beberapa hal penting yang harus ditinjau dalam dokumen ini adalah saldo bank pada akhir periode. Ini harus positif dan idealnya startup harus memiliki dana yang cukup untuk mempertahankan bisnis selama enam bulan ke depan atau lebih. Setiap jumlah piutang pelanggan yang jatuh tempo, atau pihak debitur juga harus ditinjau. Kreditur jangka pendek juga harus ditinjau dalam konteks apakah ada cukup dana untuk membayar semua kreditor jangka pendek? Bagian bawah dari Pernyataan Posisi Keuangan menunjukkan struktur pendanaan jangka panjang dari bisnis dan laba / rugi yang ditahan. Ini sangat relevan dalam jangka panjang. Tetapi untuk startup, masalah utamanya adalah memiliki dana yang cukup untuk membayar pengeluaran perusahaan selama 12-18 bulan ke depan seiring dengan berkembangnya bisnis.

Download Video Text