Note: You are not Registered for this course. This course if free for anyone to take.

Please Register Now to be eligible to receive a certificate upon completion. 

(Indonesian translation below)
New businesses are often started by a small group of people – which we refer to as the entrepreneurial team. Meanwhile, other people start new businesses by themselves – which means there is an entrepreneurial team of one. And it‘s important to make a distinction between a start-up company founded by one person with the intent of hiring more people at some point and someone starting a business which is intended to stay a one-person business. Both call for entrepreneurial thinking, but the single-person business avoids many of the complexities of a traditional start-up company. For example, the entrepreneurial team.
For the rest of you, who already have a team, or plan to have one, you need to treat the team as one of those components of entrepreneurship to juggle. Entrepreneurial teams often form almost by accident. For example, you might be taking this course along with some of your classmates, and you might end up starting a new company together. It‘s certainly important for enterpreneurial team members to know and trust each other. So starting a company with friends makes a good deal of sense.
There are some crucial things that entrepreneurship team members should agree on:
They should agree on a vision for the company. What does the company hope to achieve? All team members should tell roughly the same story about the company.
They should agree on whether they plan to stay small or strive for global domination. If the team members don‘t agree on this, they won‘t agree on crucial decisions about things like hiring and facilities.
They should agree on the level of commitment they plan to put into the business. Having one team member who works 14-hour days and another who only thinks about the business on Tuesday afternoons is a sure recipe for friction.
There is a lot to be said for including some diversity in the entrepreneurship team. A team made up of people who are all the same age, all the same gender, and all have the same educational background might not be the best recipe for success. If possible, you want to include at least one person with past entrepreneurship experience on your team. You want to have both genders represented. And, perhaps most important, you want to bring a diversity of expertise and experience to the table by including people with different education and work backgrounds.
Besides the team, there are some other groups of people you need to anticipate.
If you‘re interested in entrepreneurship because you want to be your own boss, you should stick with a single-person firm. If you‘re founding a company with a team, you will never really be your own boss, even if you are the leader of the team. There are four groups of people that will exert significant influence on the company – and that‘s NOT including customers.
First, there is the entrepreneurial team, as I already mentioned. Every team member will have his or her own ambitions and ideas about how to be successful. That‘s generally a good thing, but can also be the cause for friction. So relationships among team members need to be nurtured.
Second, there are employees. If your company gets off the ground and the entrepreneurial team can‘t handle everything anymore, you will eventually want to hire employees or contractors. In the knowledge economy, employees might soon become your most valuable resource. So relationships with employees need to be carefully nurtured too.
The third group is investors. Obviously, the entreprenurial team members may invest in the company and thus become shareholders. In fact it‘s not uncommon for the first investors to be the entrepreneurial team. But if the time comes, sooner or later, when you need additional money, you will look for external investors. In fact money is another key component of entrepreneurship that needs to be juggled. We will deal specifically with financing new ventures in the next unit, but in the meantime, we will focus on the group of people or organizations that invest in your company. These people will most likely want to get involved in decision-making.
And that brings us to the fourth group of people who will have a significant influence on your business. The Board of Directors. When investors invest in your company, they will expect there to be, or they will put in place, a Board of Directors, whose sole purpose is to guard the interests of shareholders. If you and your fellow entrepreneurial team members are shareholders, this means the Board of Directors should guard your interests as well.
We‘ve now entered the realm of corporate governance.
At the top we have Shareholders. They own the company.
Next we have the Board of Directors, and it is the Shareholders who elect the Board of Directors – and dismiss it if they are not happy with it.
Next we have the people who manage the company. It is often the case that, at least in the early days, the entrepreneurial team members make up the management team. And the management team is subject to decisions made by the Board of Directors. So, that‘s why entrepreneurship is no guarantee that you will be your own boss. Basically, the management team is entrusted with using the capital provided by the shareholders to create value for those shareholders. To ensure that the management team is actually working to create value for shareholders, the Board of Directors provides guidance and ultimate decision making. Managers report to the Shareholders at regular intervals. Usually, there is an Annual Meeting in which the managers present the company‘s financial statements to Shareholders.
Next are employees. They are managed by the managers and report to them. But employees also exert pressure on managers about things like pay and working conditions.
In fact managers are often subject to quite a bit of pressure from both customers and from society.
So even though managing a company can be a wonderful adventure, managers do tend to be pressured from all sides.

Unit 11: Tim kewirausahaan
Bisnis baru sering kali dimulai oleh sekelompok kecil orang – yang kita sebut sebagai tim kewirausahaan. Beberapa orang memulai bisnis baru sendiri – yang berarti ada tim kewirausahaan yang terdiri dari satu orang. Dan penting untuk menggaris bawahi perbedaan antara perusahaan rintisan yang didirikan oleh satu orang dengan maksud untuk mempekerjakan lebih banyak orang pada titik tertentu dan seseorang yang memulai bisnis dengan maksud untuk tetap menjadi bisnis dari satu orang. Keduanya membutuhkan pemikiran kewirausahaan, tetapi bisnis satu orang menghindari banyak kompleksitas dari perusahaan pemula yang tradisional. Misalnya, tim kewirausahaan.
Untuk yang lainnya, yang sudah memiliki tim, atau berencana untuk memilikinya, Anda perlu memperlakukan tim sebagai salah satu komponen kewirausahaan yang akan disulap. Tim wirausaha sering terbentuk hampir secara kebetulan. Misalnya, Anda mungkin mengambil suatu kursus bersama dengan beberapa teman sekelas Anda, dan Anda mungkin akhirnya memulai sebuah perusahaan baru bersama. Sangat penting bagi anggota tim wirausaha untuk saling mengenal dan saling percaya. Jadi memulai sebuah perusahaan dengan teman-teman terasa lebih masuk akal.
Ada beberapa hal penting yang harus disetujui oleh anggota tim kewirausahaan:
Mereka harus menyetujui visi untuk perusahaan. Apa yang diharapkan perusahaan untuk dicapai? Semua anggota tim harus memiliki gambaran kasar yang sama tentang perusahaan.
Mereka harus menyetujui apakah berencana untuk menetap sebagai perusahaan kecil atau berusaha untuk mendunia. Jika anggota tim tidak menyetujui hal ini, mereka tidak akan menyetujui keputusan penting tentang hal-hal seperti perekrutan dan fasilitas.
Mereka harus menyetujui tingkat komitmen yang mereka rencanakan untuk dimasukkan ke dalam bisnis. Memiliki satu anggota tim yang bekerja 14 jam sehari dan yang lain yang hanya memikirkan bisnis pada hari Selasa sore adalah resep yang pasti untuk terjadinya friksi.
Ada banyak hal yang dapat dibahas terkait keragaman dalam tim kewirausahaan. Sebuah tim yang terdiri dari orang-orang yang berusia sama, berjenis kelamin sama, dan latar pendididkan yang sama mungkin bukan resep terbaik untuk sukses. Jika memungkinkan, Anda perlu menyertakan setidaknya satu orang yang berpengalaman dalam kewirausahaan sebelumnya di tim Anda. Anda perlu memiliki pekerja dari kedua gender. Dan, mungkin yang paling penting, Anda perlu membawa keragaman keahlian dan pengalaman dengan memasukkan orang-orang dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda.
Selain tim, ada beberapa kelompok orang yang perlu Anda antisipasi.
Jika Anda tertarik pada kewirausahaan karena Anda ingin menjadi bos Anda sendiri, Anda harus tetap dengan perusahaan satu orang. Jika Anda mendirikan perusahaan dengan tim, Anda tidak akan pernah benar-benar menjadi bos Anda sendiri, bahkan jika Anda adalah pemimpin tim. Ada empat kelompok orang yang akan memberikan pengaruh signifikan pada perusahaan – dan itu TIDAK termasuk pelanggan.
Pertama, ada tim kewirausahaan. Seperti yang sudah saya sebutkan, setiap anggota tim akan memiliki ambisi dan ide sendiri tentang bagaimana menjadi sukses. Itu umumnya adalah hal yang baik, tetapi juga bisa menjadi penyebab terjadi gesekan. Jadi hubungan di antara anggota tim harus dipupuk.
Kedua, ada karyawan. Jika perusahaan Anda maju pesat dan tim wirausaha tidak dapat menangani semuanya lagi, Anda akhirnya akan mempekerjakan karyawan atau kontraktor. Dalam ilmu ekonomi, karyawan akan segera menjadi sumber daya Anda yang paling berharga. Jadi hubungan dengan karyawan juga harus dipupuk dengan hati-hati.
Kelompok ketiga adalah investor. Jelas, anggota tim kewirausahaan dapat berinvestasi di perusahaan dan dengan demikian menjadi pemegang saham. Bahkan tidak jarang bagi investor pertama untuk menjadi tim kewirausahaan. Tetapi jika saatnya tiba, cepat atau lambat, ketika Anda membutuhkan uang tambahan, Anda akan mencari investor eksternal. Sebenarnya uang adalah komponen kunci dari kewirausahaan yang perlu disulap. Kita akan membahas hal ini secara khusus di unit berikutnya. Sementara itu, kita akan fokus pada sekelompok orang atau organisasi yang berinvestasi di perusahaan Anda. Orang-orang ini kemungkinan besar ingin terlibat dalam pengambilan keputusan.
Dan itu membawa kita ke kelompok orang keempat yang akan memiliki pengaruh signifikan terhadap bisnis Anda: jajaran direksi. Ketika investor berinvestasi di perusahaan Anda, mereka akan berharap ada, atau mereka akan menempatkan, Dewan Direksi, yang tujuan utamanya adalah untuk menjaga kepentingan pemegang saham. Jika Anda dan sesama anggota tim kewirausahaan adalah pemegang saham, berarti Dewan Direksi juga harus menjaga kepentingan Anda.
Kita telah memasuki ranah tata kelola perusahaan.
Di bagian atas, kita memiliki Pemegang Saham. Mereka memiliki perusahaan.
Selanjutnya kita memiliki Dewan Direksi, dan Pemegang Saham-lah yang memilih Dewan Direksi – dan mengabaikannya jika mereka tidak cocok.
Selanjutnya kita memiliki orang-orang yang mengelola perusahaan. Seringkali, setidaknya pada hari-hari awal, anggota tim kewirausahaan membentuk tim manajemen. Dan tim manajemen tunduk pada keputusan yang dibuat oleh Dewan Direksi. Jadi, itulah mengapa kewirausahaan tidak menjamin bahwa Anda akan menjadi bos Anda sendiri. Pada dasarnya, tim manajemen dipercayakan dengan menggunakan modal yang disediakan oleh pemegang saham untuk menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Untuk memastikan bahwa tim manajemen benar-benar bekerja untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham, Direksi memberikan panduan dan pengambilan keputusan akhir. Manajer melaporkan kepada Pemegang Saham secara berkala. Biasanya, ada Pertemuan Tahunan di mana para manajer menyajikan laporan keuangan perusahaan kepada Pemegang Saham.
Selanjutnya adalah karyawan. Mereka dikelola oleh para manajer dan melapor kepada mereka. Tetapi karyawan juga memberikan tekanan pada manajer tentang hal-hal seperti gaji dan kondisi kerja.
Faktanya, para manajer sering mendapat tekanan baik dari pelanggan maupun dari masyarakat.
Jadi meskipun mengelola perusahaan dapat menjadi petualangan yang luar biasa, para manajer cenderung ditekan dari semua sisi.

Download Video Text